Selasa, 30 November 2010

APA ITU PAKEM?

MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN

Kawan, sudah beberapa hari ini saya offline, karena koneksi internet saya mengalami ganggguan. Baiklah, kali ini saya posting tentang PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Dan Menyenangkan).

A. PENDAHULUAN

Tujuan utama Manajemen Berbasis Sekolah adalah peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya MBS sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari atas. Mereka dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai keadaan setempat dan melaksanakan visi tersebut secara mandiri. Tujuan program MBS adalah peningkatan mutu pembelajaran.

Program ini terdiri tiga pilar yaitu :
1. Manajemen Sekolah (MBS)
2. Peran Serta Masyarakat (PSM)
3. Pembelajaran Aktif, Kretaif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)

Dalam tiga pilar diatas yang kita bahas pilar ketiga (PAKEM), sebab pembelajaran merupakan salah satu unsure penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu system pendidikan. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula. Deikian pula sebaliknya. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai ideal/optimal yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini.

Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenal ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif, Kratif, Efektif, dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak, mengembangkan kreatifitas sehingga efetif namun tetap menyenangkan.
B. DASAR HUKUM
I. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS ):
UU Sisdiknas No. 20Tahun 203, Pasal 51
(1) Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah..
PP No. 19 Tahun 2005.Pasal 49
(1) Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas .
II. Peran Serta Masyarakat (PSM)
UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003,Pasal 4
(6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan
PP No. 19 Tahun 2005,Pasal 56
(1) Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah
III. Pembelajaran Aktif, Kreatif dan Menyenangkan (PAKEM)
UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 ,Pasal 4
Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran
Pasal 40
menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis.
PP No. 19 Tahun 2005, Pasal 19
(1) Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
C. Apa itu PAKEM?

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukaan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Jika pembelajaran tidak memeberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kretaif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (”time on task”) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlagsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan meyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bemain biasa.

Secara garis besar, PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
• Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
• Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
• Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ’pojok baca’.
• Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
• Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
D. Bagaimana pelaksanaan PAKEM?
Komponen Pembelajaran Hal Baru Yang Berbeda Dengan Kebiasaan Pembelajaran Selama Ini
Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya :
- percobaan
- Diskusi Kelompok
- Memecahkan masalah
- Mencari informasi
- Menulis laporan/cerita/puisi
- Berkunjung keluar kelas
Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Semua mata pelajaran, guru menggunakan, misal:
• Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri.
• Gambar
• Studi kasus
• Nara sumber
• Lingkungan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa:
• Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara
• Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
• Menarik kesimpulan
• Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri
• Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui :
• Diskusi
• Lebih banyak pertanyaan terbuka hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
• Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut
• Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan
Guru mengaitkan KBM dalam pengalaman siswa sehari-hari • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalaman sendirinya.
• Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari
Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus • Guru memantau kerja siswa
• Guru memberikan umpan balik
E. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pakem?

1. Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat : rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat anugerah Tuhan tersebut. Suasana pembelajran yang ditunjukkan oleh guru memuji anak karena hasil karyanya,guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru mendorong anak untuk melakukan percobaan, nisalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.

2. Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Efektif, dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga anak tersebut belajar secara optimal.

3. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk social, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka unuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.
4. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis, Kreatif, Dan Kemampuan Memecahkan Masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal tersebut memerlukan kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif, kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternative pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sesering-seringnya memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika….” Lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan,” yang umumnya tertutup hanya ada satu jawaban yang benar).

5. Mengembangkan Ruang Kelas Sebagai Lingkungan Belajar Yang Menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sabaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam KBM karena dapat dijadikan rujukan ketika mambahas suatu masalah.

6. Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Lingkungan (fisik,social, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga dipakai sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber beajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak harus keluar kelas. Bahkan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasikan, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.

7. Memberikan Umpan Balik Yang Baik Untuk Meningkatkan Kegiatan Belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.
8. Membedakan antara aktif fisik dan akif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa keliahatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan, Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat perkembangannya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut : takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah.Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan pada ’PAKEM’.

F. PENDEKATAN BELAJAR AKTIF
Setelah memahami pengertian dan gambaran PAKEM, maka perlu membuktikan pemahaman itu melalui pembuatan persiapan PAKEM dan melaksanakan dengan baik, dalam sekolah dalam mengembangkan PAKEM ini, masih perlu tentang pendekatan belajar aktif.

1. Apa Pendekatan Belajar Aktif ?
Pedekatan Belajar Aktif adalah cara pandang yang menganggap belajar sebagai kegiatan membangun makna/pengertian terhadap pengalaman dan informasi, yang dilakukan oleh si pembelajar, bukan oleh si pengajar; serta menganggap mengajar sebagai kegiatan menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar si pembelajar sehingga berkeinginan terus untuk belajar selama hidupnya, dan tidak tergantung kepada guru/orang laian bila mereka mempelajari hal-hal yang baru. Jadi belajar itu menganggap guru lebih sebagai tukang kebun yang memelihara tanaman, dan bukan guru sebagai penuang air ke dalam gelas kosong. Menganggap siswa lebih sebagai tanaman yang memiliki kemampuan untuk tumbuh sendiri daripada sebagai gelas kosong yang hanya dapat penuh bila ada yang mengisi.

2. Mengapa Perlu Belajar Aktif ?
Paling sedikit ada tiga alasan mengapa Belajar Aktif perlu dterakan
a. Karateristik anak
b. Hakekat belajar
c. Karakteristik lulusan yang dikehendaki

a. Karakteristik anak
Pada dasarnya anak dilahirkan dengan memiliki sifat ingin tahu dan imajinasi. Anak desa, anak kota anak orang miskin, anak orang kaya, anak Indonesia, an anak bukan Indonesia semuanya selama normal mereka memiliki kedua hal tersebut. Sifat ngin tahu merupakan modal dasar bagi perkembangnya sikap kritis,dan imajinasi bagi prilaku kreatif.

b. Hakekat Belajar
Belajar adalah proses menemukan dan membangun makna/pengertian, oleh si pembelajar, terhadap informasi dan pengalaman, yang disaring melalui persepsi, pikiran dan perasaan si pembelajar. Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. Pengetahuan dibangun sendiri oleh si pembelajar.

c. Karakteristik Lulusan yang Dikehendaki
Agar mampu bertahan dan berhasil dalam hidup, lulusan yang diinginkan adalah generasi yang :
• Peka
• Mandiri (termasuk kreatif), dan
• Bertangung jawab.
Peka berarti berpikir tajam, kritis, dan tangap terhadap pikiran dan perasaan orang lain. Mandiri berarti berani dan mampu bertindak tanpa selalu tergantung pada orang lain. Bertanggung jawab berarti siap menerima akibat dari keputusan dan tinakan yang diambil.
Mengingat ketiga alasan tersebut: Karateristik anak, hakekat belajar, dan karakteristik lulusan yang dikehendaki, maka Belajar Aktif tampaknya merupakan pendekatan belajar-mengajar yang cocok untuk menghasilkan luusan yang dikehendaki itu.
Dalam kontek Proses BelajarMengajar, posisi pendekatan belajar atif dapat dilihat dalam gambar berikut:
Masukan Proses Hasil
Siswa
• Sifat ingin tahu
• imajinasi
Pendekatan
Belajar Aktif
Lulusan
• Peka, kritis
• Mandiri,kreatif
• Bertangung jawab

Di atas menujukkan bahwa bila hasil tidak seperti yang diharapkan, yaitu lulusan yang peka, kritis, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab, maka jelas penyebabnya adalah proses belajar mengajar (PMB) yang tidak benar ”bahan baku” (masukan) sudah memiliki sifat ingin tahu dan imajinasi yang merupakan bahan dasar bagi ciri-ciri lulusan tersebut.

3. Bagamana suasana Belajar Aktif ?
Suasana belajar megajar yang membuat siswa melakukan :
a. Pengalaman
b. Interaksi
c. Komunikasi, dan
d. Refleksi
a. Pengalaman
a. Pengalaman
Anak akan belajar banyak melalui berbuat, pengalaman langsung men gaktifkan lebih banyak indra daripada hanya melalui mendengarkan. Mengenal ada benda tenggelam dan terapung dalam air lebih mantap bilamencobanya sendiri daripada hanya menerima penjelasan guru.
b. Interaksi
Belajar akan terjadi dan meningkat kualitasnya bila berlangsung dalam suasana interaksi dengan orang lain: berdiskusi, saling bertanya dan mempertanyakan, dan/atau saling menjelaskan. Pada saat orang lain mempertanyakan pendapata kita atau apa yang kita kerjakan, maka kita terpacu untuk berfikir menguraikan lebih jelas lagi sehingga kualitas pendapat itu menjadi lebih baik.

c. Komunikasi
Pengungkapan pikiran dan perasaan, baik lisan maupun tulis, merupakan kebutuhan setiap manusia dalam rangka mengngkapkan dirinya untuk mencapai kepuasan. Pengungkapan pikiran, baik dalam rangka mengemukakan gagasan sendiri maupun menilai gagasan orang lain akan memantapkan pemahaman seseorang tentang apa sedang dipikirkan atau dipelajari.

d. Refleksi
Bila seseorang mengungkapkan gagasannya kepada orang laian dan mendapat tanggapan, maka orang itu akan merenungkan kembali (Refleksi) gagasannya, kemudian melakukan perbaikan, sehingga memiliki gagasan yang lebih mantap. Refleksi dapat terjadi sebagai akibat dari interaksi dan komunikasi. Umpan balik dari guru atau siswa lain terhdap hasil kerjanya seorang siswa, yang berupa pertanyaan yang menantang (=membuat siswa berfikir) dapat merupakan pemicu bagi siswa untuk melakukan refleksi tentang apa yang sedang dipikirkan atau dipelajari.

4. Sikap guru yang menerapkan Belajar Aktif.
Sesuai dengan pengertian mengajar di atas yaitu menciptakan suasana yang mengembangkan ini siatif dan tanggunng jawab belajar siswa, maka sikap dan prilaku guru hendaknya :
• Terbuka, mau mendengarkan pendapat siswa;
• Membiasakan siswa untuk mendengarkan bila guru siswa berbicara;
• Menghargai perbedaan pendapat;
• Mentolelir, salah dan mendorong untuk memperbaiki;
• Menunmbuhka rasa percaya diri siswa;
• Memberi umpan balik terhadap hasil kerja siswa;
• Tidak terlalu cepat membantu siswa;
• Tidak kikir untuk memuji menghargai siswa;
• Tidak memtertawakan pendapat atau hasil karya siswa sekalipun kurang berkualitas;
• Mendorong siswa untuk tidaK takutnsalah dan berani menanggung resiko.
5. Ruang kelas yang menunjang Belajar Aktif
• Berisi banyak sumber belajar, seperti buku dan benda yang nyata;
• Berisi banyak alat bantu belajar, seperti batu, lidi, tanaman,dan alat peraga sederhana;
• Berisi banyak hasil kerja siswa, seperti lukisan, laporan percobaan, tugas individu yang memecahan masalah, puisi, teks pidato, dan alat hasil percobaan;
• Letak bangku dan meja diatur sedemikian rupa sehingga siswa leluasa untuk bergerak;
6. Kegiatan apa saja dalam Belajar Aktif
KOMPONEN KEGIATAN SISWA KEGIATAN GURU
PENGALAMAN • Melakukan pengamatan
• Melakukan percobaan
• Membaca
• Melakukan wawancara
• Menghitung
• Mengukur
• Membuat sesuatu • Menciptakan kegiatan yang beragam
• Mengamatai siswa bekerjadan sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang

INTERAKSI
• Berdikusi
 • Mendengarkan dan sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang
• Mengajukan pertanyaan
 • Mendengarkan, tidak mentertawakan, dan memberi kesempatan terlebih dahulu kepada
    siswa lain untuk menjawab
• Meminta pendapat orang lain
 • Mendengarkan
• Meminta pendapat siswa lain
• Memberi komentar
• Mendengarkan, sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang, memberi kesempatan
    kepada siswa lain untuk memberi pendapat tentang komentar tersebut
• Bekerja dalam kelompok
 • Berkeliling ke kelompok, sesekai duduk bersama kelompok, mendengarkan perbincangan kelompok, dan sesekali memberikan komentar pertanyaan yang menantang

KOMUNIKASI
 • Mendemontrasikan/
• Mempertunjukkan
• Menjelaskan • Memperhatikan/Memberi komentar/pertanyaan yang menantang
• Berbicara
• Bercerita
• Menceritakan • Mendengarkan/Memberi kompentar/Mempertanyakan
• Melaporkan lisan/tulis
• Mengemukakan pikiran/pendapat (lisan/Tulis)
• Tidak mentertawakan
• Memajangkan hasi karya
• Memantau agar pajangan dalam jangkauan baca siswa

REFLEKSI
 • Memikirkan kembali hasil kerja/pikiran sendiri
• Mempertanyakan
• Meminta siswa lain untuk memberikan komentar/pendapat

Jumat, 26 November 2010

Ini Bukan Puisi Cinta...

Motivasi Hidup Sukses – Masalah adalah Tantangan untuk Maju

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya. Namun bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita pasti akan menghadapinya. Masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, kita bisa melihat keberhasilan dibaliknya.

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses. Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah. Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi hari. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi dan anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, Mereka menjerit ketakutan, matilah aku!… Sesaat kemudian, bukan kematian yang diterima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.
Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak akan menjadi seseorang yang sejati.

Kamis, 25 November 2010

Benarkah Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kita ?


Bila Tuhan CEPAT mengabulkan doa kita.
Maka Tuhan menyetujui bahwa yang kita minta itu memang yang terbaik untuk kita.

Bila Tuhan
LAMBAT mengabulkannya.
Artinya tuha ingin menguji kita.
Apakah kita akan berusaha keras untuk mengejar/mewujudkan permintaan tsb.
Apakah permintaan kita itu memang benar-benar yang kita inginkan.
Apakah yang kita minta itu benar-benar memang terbaik untuk kita.
Karena yang kita inginkan belum tentu terbaik untuk kita.

Bila Tuhan
TIDAK mengabulkan doa kita.
Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya permintaan kita itu telah dikabulkan Tuhan dengan sesuatu yang lebih indah dan lebih membahagiakan.
Hanya saja kita sering baru menyadarinya setelah bertahun-tahun kemudian.

Tetaplah berprasangka baik pada Tuhan dalam keadaan apapun.
Karena apapun yang sedang dan telah terjadi, sesungguhnya itulah yang terbaik bagi kita.
Sehingga kita berkewajiban untuk
SELALU IKHLAS dan MENSYUKURI apa pun kondisi kita.

3 Hari dalam Hidup

Hari pertama : Hari kemarin.
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;
lepaskan saja…

Hari ke dua : hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
biarkan saja…


Hari ke tiga : yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup,
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri

Jadi, sobat FREDY jangan biarkan masa lalu mengekang kita atau masa depan membuat kita bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga!
Selamat berkarya. Semoga Ridho Alloh SWT selalu bersama kita untuk hari ini, esok, dan seterusnya...

Alasan Sebuah Kegagalan


Semalam ada sobat saya yang curhat, "Tuhan itu tidak adil" katanya. Saya tanya, mengapa kau berpikir seperti itu? "Entahlah, Fred, selama ini kerja kerasku seakan tak pernah membuahkan hasil, selalu gagal gagal, dan gagal. Sementara temanku yang main suap dan modal cantik aja udah bisa sukses dan berhasil. Padahal pendidikanku kan lebih tinggi dari mereka", katanya. Hemh.. aku tak bisa membantu ia banyak, Aku bilang kalau Tuhan itu Maha Adil, dan Maha Mengetahui apa yang terbaik buat makhluk ciptaan-Nya. Dari sini saya jadi punya inspirsi buat posting tentang motivasi -motivasi kehidupan.


Bila kita mencari cari alasan untuk sebuah kegagalan, kita bisa temukan berjuta juta dengan mudahnya, namun alasan tetaplah alasan. ia takkan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. kerapkali alasan serupa dengan pengingkaran, semakin banyak menumpuuk alasan, semakin besar penngingkaran pada diri sendiri. ini menjauhkan akita dari yang namanya keberhasilan. sekaligus melemahkan kekuatan diri sendiri. cobalah kita berusaha berhenti mencari suatu alasan untuk menutup kegagalan. Mulai
dengan bertindak untuk meraih keberhasilan.

Sebaiknya kita belajar dari penambang yang tekun mencari emas. ia menimba berliter liter tanah keruh disungai. ia saring lumpur dari pasir. ia sisir pasir dari logam, tak jemu ia lakukan hingga tampaklah butiran emas berkilauan. begitulah semestinya kita memperlakukan kegagalan.

Ya, sobat Fredy, kegagalan itu seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas, bila kita terus berusaha, tekun mencari perbaikan disela sela kerumitan, serta berani menyingkirkan alasan alasan. maka kita akan menemukan cahaya kesempatan. dengan mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan semua emas yang ada di dalamnya...

Rabu, 24 November 2010

10 Hewan Herbivora Yang Paling Berbahaya

Sebagian besar orang menganggap bahwa hewan-hewan pemakan daging atau karnivora adalah hewan yang sangat berbahaya, karena memang begitulah adanya. Banyak hewan-hewan pemakan daging atau Karnivora yang kedapatan mencelakakan atau bahkan membunuh manusia seperti Hiu, Singa, Harimau, Buaya, dan lain-lain. Tapi bukan tak berarti bahwa hewan Herbivora atau hewan pemakan daging bukan hewan yang berbahaya.

Layaknya hewan-hewan karnivora, hewan herbivora juga terkadang bisa sangat berbahaya, mereka bisa menjadi sangat liar dan buas saat keadaan yang terdesak seperti saat diserang atau saat anak-anak mereka diganggu. Disini kami akan memberikan daftar 10 hewan herbivora paling berbahaya, artikel ini semata kami buat untuk menyadarkan manusia bahwa hewan-hewan herbivora juga bisa menjadi sangat berbahaya.

Berikut adalah daftar 10 hewan herbivora paling berbahaya:
1. Gelada Baboon
Gelada Baboon adalah salah satu primata berbadan besar yang berasal dari daerah Afrika Timur terutama dari daerah Eithiopia, makanan mereka terdiri dari rumput dan daun. Gelada baboon terbiasa hidup damai bersama kelompoknya, namun saat salah satu anak atau anggota kelompoknya merasa terancam, maka mereka akan segera menyerang secara membabi-buta dengan gigi tajam dan cakar mereka, tak peduli itu manusia atau hewan lain yang lebih besar dan buas.

2. Bison Amerika
Bison adalah salah satu hewan ternak liar yang berasal dari Amerika, berat seekor bison bisa mencapai 1 ton. Mereka akan sangat berbahaya jika Anda menunjukkan tanda-tanda menyakiti anak-anak mereka atau jika Anda memasukkan wilayah mereka, dengan senjata utama mereka yang berupa tanduk kuat, mereka akan menyerang musuhnya secara membabi-buta dan secara serempak.
Spoiler for Bison Amerika:

3. Gorila
Gorila memiliki lengan besar dan gigi taring mereka yang tajam bak pisau. Mereka dapat berjalan lebih cepat daripada manusia, seekor gorila yang jengkel dapat membunuh Anda dalam waktu beberapa detik hanya dengan menggigit anda serta mancabik-cabik kulit dan daging anda.

4. Kasuari
Burung kasuari adalah salah satu spesies burung terbesar di wilayah Papua new Guinea dan Australia, burung Vegetarian yang biasanya sangat gemar dengan wortel dan pepaya ini memang tak memiliki paruh yang cukup tajam, namun tendangan kakinya sangta mematikan, perpaduan ketajaman cakar dan tenaga tendanganya mungkin cukup untuk membawa anda ke rumah sakit hanya dengan satu tendangan.

5. Badak
Hampir semua orang di dunia sepakat bahwa binatang yang satu ini adalah salah satu spesies paling berbahay di dunia. hewan Herbivora ini sangat kuat dan sangat besar, larinya pun sangat cepat, saat merasa terancam, badak ini akan menyerang musuhnya dengan cara menyeruduknya dengan keras, dan bisa dipastikan nasib sang musuh jika terkena tubrukan badanya secara mutlak.
Spoiler for Badak:

6. Babi Hutan
Walaupun hewan ini bukan termasuk herbivora sejati (di saat terdesak, hewan ini bisa memakan daging), namun kami tetap memasukanya ke dalam daftar. babi hitan atau sering lazim disebut dengan Celeng mempunyai ukuran yang besar, Mereka dapat mencapai berat lebih dari 250 kilogram. Gigi-gigi tajamnya sanggup menembus kulit dan merobek kulit anda.
Spoiler for Babi Hutan:

7. Cape Buffalo
Cape Buffalo termasuk vegetarian paling berbahaya di Afrika. tanduk mereka yang panjang dan tajam serta bobot tubuh mereka yang bisa mencapai setengah ton membuat hewan ini sangat ditakuti oleh pemburu. mereka bisa menyerang dengan brutal dan yang terburuk adalah mereka kadang menyerang secara bergerombol.
Spoiler for Cape Buffalo:

8. Gajah
Gajah biasanya dianggap sebagai hewan yang damai dan bersahabat, geraknya yang lambat makin menambah kesan lemah. Namun jika mereka sudah jengkel, maka kemarahan mereka akan sulit untuk dihentikan, kita bisa dilempar menggunakan belalainya, ditusuk dengan gadingnya, serta kemungkina terburuknya adalah diinjak dengan kakinya yang besar sampai tubuh kita remuk dan hancur.

9. White Lipped Peccary
Hewan yang hampir menyerupai babi hutan ini adalah hewan khas Amerika Selatan dan Meksiko, hewan ini memiliki gigi yang sangat tajam, sama seperti babi hutan, Gigi-gigi tajam mereka juga sanggup menembus kulit dan merobek kulit anda.

10. Kuda nil
Dikenal sebagai hewan yang sangat gendut, hewan ini sangat jarang dianggap berbahaya, namun saat ada ancaman yang mengancam anggota keluarganya atau ada individu lain yang melewati area kekuasanya, mereka tak segan-segan untuk menantang duel tak peduli itu buaya sekalipun. Dengan gigi gigi besarnya dan mulutnya yang bisa menganya hampir seuukuran tubuhnya, Kuda nil bisa menjadi pembunuh yang kejam.