Selasa, 21 Desember 2010

Cara Penulisan Daftar Pustaka (Dari Internet, Buku, Artikel, Jurnal, Koran)


Artikel ini didasari oleh seringnya saya jumpai teman mahasiswa yang salah dalam menuliskan daftar referensi atau acuan dalam skripsi atau laporan ilmiah. Eh… yang benar tuh daftar referensi/acuan atau daftar pustaka ya? sama nggak ya kedua istilah tersebut? jangan-jangan… keduanya beda. Hayoo sama nggak? Dulu saya sendiri menganggapnya sama. Tetapi setelah saya coba cari-cari di internet mengenai kedua hal tersebut, ternyata… keduanya beda.
Daftar acuan berisi informasi yang diacu dari sumber lain yang dimanfaatkan dalam penelitian, dan dikutip baik esensinya maupun statement lengkapnya dalam teks penulisan tesis/disertasi atau laporan penelitian. Penulis dari sumber informasi yang diacu ini harus tercatat dalam Daftar Acuan pada halaman terakhir dari penulisannya. Nah… daftar acuan ini hanya terdapat dalam laporan penelitian, skripsi, tesis maupun disertasi.
Sedangkan Daftar Pustaka adalah daftar bacaan yang disarankan untuk dibaca dan tidak diacu dalam tulisan, baik dalam tesis/disertasi/laporan, tetapi sekedar untuk memperluas wawasan bagi mereka yang ingin mengetahuinya lebih lanjut. Daftar Pustaka tidak disarankan dalam penulisan laporan penelitian, skripsi, tesis dan disertasi. Maksudnya tentu agar penelitian, skripsi, tesis dan disertasi memanfaatkan sumber informasi yang telah ada atau penelitian yang telah dilakukan orang lain untuk dikembangkan sebagai inspirasi penelitian baru atau membangun suatu informasi baru.
Kedua statement di atas saya ambil dari apa yang ditulis oleh Jacub Rais (Anggota Dewan Riset Nasional). Tulisannya dapat dibuka melalui situs http://mit.biotrop.org
OK setelah kita tahu keduanya ternyata beda, sekarang kita tinjau bagaimana cara menulis daftar acuan yang benar sesuai dengan aturan atau format ilmiah?
Tentu kita tahu bahwa sumber referensi yang dapat dijadikan sebagai acuan kita dalam menuliskan laporan penelitian, skripsi, tesis maupun disertasi sangat banyak. Bisa berasal dari jurnal ilmiah, internet, email, artikel di koran dan majalah, dokumen resmi, makalah seminar dll, yang masing-masing sumber memiliki aturan yang berbeda dalam penulisannya dalam daftar acuan.
Berikut ini beberapa contoh penulisan daftar acuan yang baku dari berbagai sumber referensi
Buku:
Anderson , D.W., Vault, V.D. & Dickson, C.E. 1999. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency Based Teacher Education . Berkeley: McCutchan Publishing Co.

Buku kumpulan artikel:
Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.

Artikel dalam buku kumpulan artikel:
Russel, T. 1998. An Alternative Conception: Representing Representation. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.),Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge.

Artikel dalam jurnal atau majalah:
Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. Transpor , XX (4): 57-61.

Proceeding Konferensi atau Simposium
Australian Association of Social Workers. 1969. Social issues of today. Proceedings of the Australian Association of Social Workers’ 11th Annual Conference. Hobart, Australia. pp 17-34

Artikel dalam koran:
Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Pos , hlm. 4 & 11.

Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang):
Jawa Pos. 22 April, 1995 . Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.

Dokumen resmi:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian . Jakarta: Depdikbud.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional.1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.
Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keppres
Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 115. Sekretariat Negara. Jakarta.

Buku terjemahan:
Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan . Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

Ensiklopedia, Kamus
Stafford-Clark, D. 1978. Mental disorders and their treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 23: 956-975. Chicago, USA .

Echols, J.M. dan Shadily, H. (Eds). 1989. Kamus Inggris – Indonesia. PT Gramedia. Jakarta.
Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:
Kuncoro, T. 1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi . Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG.

Makalah seminar, lokakarya, penataran:
Waseso, M.G. 2001. Isi dan Format Jurnal Ilmiah . Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin , 9-11 Agustus.

Internet (karya individual):
Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-1995: The Calm before the Storm , (Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html , diakses 12 Juni 1996).

Internet (artikel dalam jurnal online):
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan . (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id/artikel/pengukuran-bekal-awal.htm , diakses 20 Januari 2010).

Internet (forum diskusi online):
Wilson, D. 20 November 1995 . Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List , (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu , diakses 22 Februari 2010).

Internet (e-mail pribadi):
Naga, D.S. (ikip-jkt@indo.net.id ). 1 Oktober 2009. Artikel untuk JIP . E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id ).

Kaset Video
Burke, J. 2009. Distant Voices, BBC Videocasette , London, UK. 45 mins.

Film (Movie)
Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia,. 30 mins.

Slides (Kumpulan Slides)
Reidy, J.F. 1987. The Thorax Slides. Grave Medical Audiovisual Library. Chelmsford, UK. 54 mins.

Minggu, 19 Desember 2010

MANUSIA SAMPAH


Tulisan kali ini, ingin saya awali dengan sebuah kisah. Suatu ketika, ada seorang manajer wanita yang tak pernah puas dengan apa pun. Mukanya selalu cemberut. Tatkala orang begitu senangnya, dia selalu datar-datar saja. Ketika orang lain bisa bergembira mampu mencapa prestasi yang begitu hebatnya, dia selalu mengatakan, "Ah, nggak hebat kok!" Dia pun selalu mengeluh, bahkan sinis. 
Suatu ketika, tibalah saatnya dia akan pulang kampung. Sudah begitu lama dia idamkan. Dia pun merasa, saatnya untuk menunjukkan prestasinya kepada orangtuanya. 
Singkat cerita, setelah sekian lama, dia pun bisa menjumpai orangtuanya lagi. Saat bertemu, dia pun mulai bercerita tentang kesuksesannya mendapatkan posisi manajer. Rupanya, reaksi ibunya hanya datar-datar saja sambil berujar, "Lha, cuma jadi manager aja udah senang. Kalau jadi direktur baru hebat!". Malam itu, si manajer itu menangis sesungukan seperti masa kecilnya lagi. 
Nah, sekarang, kita jadi mengerti asal muasal perilaku si manajer yang negatif. Tak heran, jika saya sering berucap, "Kalau pikiran kita isinya adalah sampah. Tak mengherankan kalau yang keluar pasti juga sampah!". Itulah tipe manusia yang akan kita bicarakan pada kesempatan ini. 
Kisah manusia sampah 
=============
Nah, pernahkah Anda bertemu orang yang akhirnya membuat Anda mengalami 'luka batin' karena tuntutan ataupun kritikan pedas tanpa kenal ampun yang pernah mereka berikan? Yang jelas, manusia ini umumnya memang agak menjengkelkan. 
Mereka jarang terpuaskan, tidak pernah menghargai bahkan tak tampak bahagia dengan apa pun yang mereka terima. Mereka pun jarang memperlihatkan apresiasi pada apa yang diperolehnya. 
Umumnya, meski orang lain di sekitarnya telah berusaha melakukan yang terbaik baginya, dia hanya akan bersikap 'biasa-biasa' saja bahkan cenderung sinis. Itulah jenis manusia yang secara ekstrem, saya sebut dengan manusia sampah. 
Hati-hati! Jangan bersikap negatif dulu, dengan istilah ekstrem 'manusia sampah' yang saya pergunakan di sini. Tentu saja ada alasannya. 

Pertama, saya teringat dengan salah satu kiasan yang pernah dipergunakan oleh seorang penceramah rohani terkenal, ketika disebutkan, "Kalau teko isinya air, keluarnya ya air tetapi kalau isinya sampah, maka keluarnya juga sampah". 
Kedua, sama seperti kisah di atas, saya menemukan bahwa banyak orang yang sangat negatif hidupnya karena masa lalunya yang tragis, traumatis ataupun banyak berisi 'sampah-sampah' yang sebenarnya tidak dikehendakinya tetapi terus ditabung oleh orang-orang di sekitarnya. 
Tak mengherankan, jika akhirnya orang semacam ini akhirnya penuh dengan tabung sampah di pikirannya. Dari sinilah, berawalnya manusia-manusia negatif yang sering kali amat mengganggu dan bisa merampok kebahagiaan ataupun kebanggaan kita. 


Berempati 
======
Memang tidak mudah untuk hidup bersama mereka, tetapi sulit bukan berarti tidak mungkin. Sebab, pada dasarnya, orang yang demikian bukannya harus dibenci, tetapi justru dikasihani. Kenyataannya, mereka memang betul-betul butuh untuk dikasihi. 
Itulah yang selama ini mereka tidak peroleh dalam hidupnya, sehingga banyak 'sampah' yang keluar dari kehidupan mereka. Perhatikan beberapa contoh nyata berikut ini. 
Saya pernah mempunyai seorang rekan yang suka mencela. Bahkan, kesannya ia suka mencari-cari kesalahan para stafnya ataupun orang-orang di kantor. Sedikit saja tidak beres, maka ia bisa membentak-bentak dan sangat penuntut. 
Orang-orang di kantor amat takut kepadanya. Namun yang saya saksikan adalah seorang yang stres berat. Bahkan, pernah mencoba mengakhiri hidupnya beberapa kali. 
Di sisi lain, seorang rekan trainer pernah bercerita tentang seorang peserta yang 'tak pernah puas' dengan apa pun yang diterimanya. Tatkala semuanya menganggap sangat bagus, baginya adalah 'biasa-bisa saja' bahkan cenderung buruk. 
Ia selalu mencari titik lemah. Ketika, ditilik masa lalunya, ternyata ia adalah bagian dari orang buangan yang tidak terpakai di kantor karena sikapnya yang cenderung negatif. Isi facebooknya pun cenderung kalimat-kalimat yang negatif. 
Dari kedua kisah di atas kita bisa melihat bahwa persoalan sebenarnya terletak pada diri mereka. Sayangnya mereka sering kali tidak pernah sadar, ataupun tidak pernah mau mengakuinya. Bahkan, dalam banyak situasi, mereka mengatakan bahwa mereka hanya berusaha untuk bersikap 'kritis'. 
Namun, tentu saja, sikap kritis tidaklah sama dengan bersikap negatif terus-menerus. Kalau diperhatikan, yang kita lihat hanyalah sikap 'tak puas' terus-terusan. Komentar mereka pun, jarang sekali merupakan solusi ataupun sesuatu yang konstruktif. 


Bersikap positif 
=========
Pertama, menyadari bahwa manusia sampah tidak valid pendapatnya, akan sangat membantu kita untuk menyikapi mereka. Baik kata-kata, ucapan maupun perilaku mereka sering kali muncul dari persoalan dan luka-luka yang mereka miliki. Jadi, sebenarnya kesalahan dan kekurangan yang ia lihat hanyalah jadi pemicu bagi sampah-sampahnya untuk 'ditumpahkan' keluar. 
Tentu bukanlah sikap yang bijak tatkala kita menjadi kehilangan motivasi, frustrasi ataupun patah arang akibat kata-kata mereka. Menyadari bahwa pendapat mereka bisa sangat bias, akan banyak membantu kita untuk tetap tegar menghadapi celaannya. 
Kedua, perasaan kita akan lebih lega, tatkala kita menyadari bahwa sikap mereka yang tidak pernah puas, tidak pernah menghargai, selalu akan kena batunya. Masalahnya, di mana pun mereka, mereka tidak akan pernah merasa bersyukur, puas dan bahagia, sebab mereka akan selalu menuntut di mana pun mereka berada. 
Kadang, tuntutan mereka bisa berhasil. Namun dunia ini bukanlah pion-pion catur yang bisa digerakkan seenaknya. Dunia punya logika sendiri yang berjalan menurut hukumnya. Akibatnya, ketika tidak mencapai dan tidak terpenuhi apa yang mereka inginkan, mereka menjadi frustrasi dan marah-marah. 
Pada akhirnya, mereka pun akan mencari korban lain yang bisa dijadikan sasaran pelampiasan ketidakpuasannya. Dengan demikian, sungguh kita bisa menyadari, betapa perlu dikasihaninya orang semacam ini. 
Terakhir, sebenarnya sampah pun bisa menjadi pupuk, kalau diperlakukan secara benar. Begitu pula orang-orang yang masa lalunya penuh sampah ini. Sebenarnya mereka bisa menjadi sumber daya yang berharga. 
Meskipun, kritik-kritik mereka tidak terlalu valid untuk didengarkan, tetapi mereka tetaplah bisa menjadi orang yang selalu membangunkan kita untuk terus memberikan yang terbaik. 
Di sisi lain, kita pun dapat menolong manusia sampah semacam ini sehingga bisa membingkai ulang sampah-sampah yang ada di pikirannya menjadi sumber daya yang berharga. 
Masalahnya, dibutuhkan orang yang mau memahami serta tulus menerima mereka. Dalam realitanya, itulah yang tersulit karena yang berusaha menolongnya pun, diserang oleh mereka!
Anthony Dio Martin

MENGEJAR KEBANGGAN




"Pride is personal commitment. It is an attitude which separates excellence from mediocrity. – Kebanggaan merupakan komitmen personal. Itu merupakan sikap yang memisahkan antara yang sempurna dan tidak."
Paul Bryan

Mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan merupakan dambaan semua orang. Tak jarang mereka mengerahkan segala daya dan upaya demi mewujudkan sesuatu yang dapat dibanggakan. Sehingga terwujudlah banyak hal spektakuler di dunia dan membanggakan pemiliknya.

Contohnya Afrika Selatan tentu bangga telah berhasil menyelenggarakan pesta piala dunia beberapa waktu yang lalu. Dengan segala upaya pemerintah negara tersebut berusaha membangun sebuah stadion yang megah. Pemerintah juga membangun infrastuktur yang canggih dan modern untuk mendukung kelancaran perayaan piala dunia 2010.

Usaha Afrika Selatan mengejar kebanggaan sebagai negara penyelenggara juga telah menjadikan negri tersebut semakin dikenal di dunia. Terlebih acara tersebut juga membawa `soccernomic' atau efek ekonomi positif bagi restoran-restoran atau para pedagang di sekitar stadion. Para pedagang dikabarkan mendapatkan omset berkali lipat.

Namun disisi lain, sebagian besar rakyat di negri tersebut merasa dirugikan. Para pemilik lahan pertanian yang digusur hidup menderita, karena pemerintah tidak memberikan ganti rugi sedikitpun sebagai kompensasi atas lahan mereka. Sementara pemerintah menghabiskan biaya cukup besar untuk membangun sarana maupun proses penyelenggaraan pesta bola dunia yang begitu mewah, sebagian besar rakyat disana hidup sangat miskin.





"Sebenarnya kami sangat malu dan hidup tertekan dengan kemelaratan kami," cetus salah seorang pemuda yang tinggal di salah satu kampung kumuh di Afrika Selatan kepada salah seorang pewarta yang ikut meliput ajang perayaan spektakuler tersebut.

Tak hanya Afrika Selatan, masih banyak negara atau mungkin perorangan yang mengejar kebanggaan dengan segala daya dan upaya, tetapi lupa untuk menghitung seberapa besar manfaat dari kebanggaan yang diperoleh. Contohnya Malaysia membangun ikon kemegahan seperti Twin Tower atau Taiwan dengan Taipei 101. Contoh lain adalah Dubai membangun Burj Dubai yang konon merupakan bangunan tertinggi dan termegah di dunia.

Seberapa besar manfaat yang diperoleh pemerintah dan rakyat dari produk-produk kebanggaan itu? Kabarnya, keuntungan yang diperoleh tidaklah signifikan. Artinya, apa yang sudah dikeluarkan tidak sebanding dengan manfaat positif yang dapat diraih.

Mengejar kebanggaan memang dapat mendatangkan kerugian jika tidak diperhitungkan dengan cermat atau hanya sekedar untuk unjuk gaya. Tetapi jika semangat mengejar kebanggaan ini didasari dengan perhitungan yang cermat pasti akan mendatangkan keuntungan. Sehingga, mengejar kebanggaan itu memiliki arti serta manfaat positif, dan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Mengejar kebanggaan menjadikan kita memiliki kemauan keras dan ego. Hal itu menyalakan api motivasi dalam mengejar suatu target atau impian. Ini juga akan membuat kita berusaha mempertahankan harga diri dengan tetap berjuang dan sampai target tercapai, walaupun tak banyak dukungan dan situasi juga tidak menguntungkan.

Mengejar kebanggaan juga dapat membebaskan kita dari belenggu rasa tak percaya diri. Kita menjadi sadar memiliki potensi yang lebih besar dan lebih kuat daripada tantangan. Kemudian rasa percaya diri tersebut akan membantu kita melakukan tindakan-tindakan untuk mewujudkan hal-hal yang kita inginkan.

Memiliki kebanggaan itu berarti merasa puas terhadap diri sendiri dan prestasi Anda. Kepuasan terhadap diri sendiri akan memotivasi untuk terus berdaya kreasi dan melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Dengan begitu, lambat laun Anda dapat membangun reputasi yang semakin positif dan mencapai hal-hal besar yang lebih membangggakan.

Mengejar kebanggaan berarti kita memiliki tujuan. Hal itu menjadikan tindakan-tindakan kita lebih terarah. Pada akhirnya mengejar kebanggaan itu akan memandu kita untuk menciptakan serangkaian keberhasilan.

Kita dapat dikatakan berhasil mencapai sesuatu yang membanggakan jika orang lain juga menaruh rasa hormat dan penghargaan. Orang lain akan memberikan 2 hal tersebut (rasa hormat dan penghargaan) jika kita mencapai kebanggaan itu dengan jujur. Sebab kebanggaan itu merupakan penghargaan dari orang lain atas potensi dan integritas yang kita miliki.

Apakah para koruptor yang memiliki harta ratusan milyar itu patut berbangga? Tentu saja tidak, karena apa yang mereka capai tidak dengan cara yang jujur. Itulah mengapa kita juga harus tetap waspada dalam mengejar kebanggaan untuk tetap mengedepankan integritas atau kejujuran.

Melihat sisi positif dari kebanggaan itu, tak ada salahnya jika kita mengejar kebanggaan. Lagipula masing-masing diantara kita juga memiliki potensi yang luar biasa untuk menciptakan sesuatu yang membanggakan. Jangan takut untuk mengejar kebanggaan, sebab kebanggaan itu sendiri juga mencerminkan gairah hidup penuh semangat.


* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.

Selasa, 07 Desember 2010

SEJARAH WAYANG KULIT


Wayang Kulit

WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.



Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.

Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Sabtu, 04 Desember 2010

PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN HATI

Kawan, menurut sumber yang  dapat dipercaya, ada beberapa Penyebab utama kerusakan hati, diantaranya:

1. Tidur terlambat dan tetap terlambat adalah penyebab utama.
2. Tidak kencing di pagi hari.
3. Terlalu banyak makan.
4. Skipping sarapan.
5. Terlalu banyak memakan obat-obatan.
6. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan-makanan yang memiliki pewarna dan pemanis buatan.
7. Merupakan minyak goreng sehat. Sebisa mungkin mengurangi minyak goreng menggunakan ketika goreng, bahkan termasuk yang terbaik memasak minyak seperti minyak zaitun. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng
bila Anda lelah, kecuali jika tubuh sangat fit.
8. Sering mengkonsumsi makanan-makanan mentah. Makanan juga menambah beban hati.

Kita harus mencegah hal-hal ini. Kita perlu mengadopsi gaya hidup sehari-hari yang baik dan juga kebiasaan makan yang teratur dan terjaga. Pemeliharaan baik kebiasaan makan dan kondisi waktu sangat penting bagi tubuh kita untuk menyerap dan membuang bahan kimia yang tidak perlu menurut "jadwal."

Karena:

Malam pada 9 - 11: Durasi waktu ini sebaiknya digunakan untuk bersantai atau mendengarkan musik. Karena pada masa ini tidak menjadi saat untuk menghilangkan / kimia beracun (detoxification) dari sistem antibodi (Kelenjar getah bening). Jika selama ini seorang ibu rumah tangga yang masih dalam keadaan tidak santai dan masih melakukan pekerjaan seperti mencuci piring atau yang memantau anak-anak mereka melakukan pekerjaan rumah, hal ini akan memiliki dampak negatif pada kesehatan.
Malam di 11-1: adalah proses detoxification dalam hati, dan idealnya harus dilakukan secara deep sleep.
Dini hari 1 - 3: proses detoxification di empedu, idealnya juga dilakukan pada saat kondisi tidur yang paling dalam (deep sleep).
Pagi 3 - 5: proses detoxification di paru-paru. Karena itu kadang-kadang ada akan menjadi batuk yang cukup parah untuk batuk sufferers selama ini. Sejak proses detoxification telah mencapai saluran pernafasan, kita tidak perlu mengambil obat batuk, sehingga tidak mengganggu proses pembuangan toksin.
Pagi 5 - 7: detoxification dalam usus besar, kondisi usus sebaiknya dalam keadaan kosong.
Morning 7 - 9: penyerapan gizi pada usus kecil, anda harus memiliki sarapan saat ini. Sarapan harus lebih awal, sebelum 6:30, untuk orang-orang yang sakit. Makan pagi sebelum 7:30 sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin tetap fit. Orang-orang yang selalu melewatkan sarapan, mereka harus mengubah kebiasaan, dan ini masih lebih baik terlambat makan pagi sampai 9 - 10 daripada tidak makan sama sekali.

Selain itu, tengah malam hingga 4:00 adalah waktu ketika sumsum tulang memproduksi darah. 
Oleh karena itu, selamat tidur dan jangan tidur larut...:)

Kamis, 02 Desember 2010

13 Tipe Tipe Mahasiswa Menurut Dosen


Setelah membahas masalah Tipe-Tipe Dosen Menurut Mahasiswa, ngga adil rasanya kalau ngga bahas para korban Dosen, mahasiswa maksudnya. Ternyata mahasiswa juga macam-macam jenisnya. Buat agan agan yang mengaku mahasiswa, agan harus baca artikel ini. Agan termasuk tipe mahasiswa yang mana nih..? Okey, langsung saja, apa pendapat para dosen mengenai mahasiswa anak didiknya itu? Langsung ajah sikat rame rame Gan..! 


1. Mahasiswa Pemimpin
Tipe mahasiswa seperti ini selalu kelihatan mencolok dan aktif dibandingkan dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya.(mungkin orang yang ga bisa diem, coz badannya gatel-gatel) Hidupnya di perkuliahan sangat variatif kegiatannya, (mau tebar pesona paling) dan ia tidak hanya belajar dari kuliah namun juga belajar dari lingkungan.(belajar naik sepeda yaaa Gan?) Biasanya tipe mahasiswa kayak gini gak pengen cepet-cepet tamat,(tua dibangku kuliah, pinter apa goblok sie?) karena ia sedang mencari pengalaman yang sebesar-besarnya untuk menjadi pemimpin dimasa depan.(cara yang aneh!!!) Cita-cita mereka biasanya ingin menjadi pemimpin Perusahaan atau bahkan Presiden.(Wah, saingan sama SBY nih..!)

2. Mahasiswa Pemikir
Tipe mahasiswa ini selalu mikir melulu, gak pernah ada implementasinya, yang akhirnya ia belajar terus tanpa menghiraukan sekitarnya agar bisa mendapatkan jawaban atas apa yang dipikirkannya.(mahasiswa yang biasanya korban waktu OSPEK) Biasanya tipe mahasiswa seperti ini kalo udah lulus ntar jadi ilmuwan mungkin.(ato ngga jadi gila beneran)

3. Mahasiswa Santai
Tipe mahasiswa ini gak banyak mikir, selalu menjalani kehidupan apa adanya, ya… istilahnya ngikut aja gitu… Yang penting enjoy.(dasar pemalas), Biasanya tipe mahasiswa ini aktif di bidang seni dan olahraga, seperti band dan basket.(mao jadi artis nich) Dia nggak terlalu memikirkan kuliah.(makanya artis pada goblok semua, dari sini asal mereka) Karena yang penting dalam hidupnya santai. Biasanya mahasiswa jenis ini lama sekali lulusnya, karena nilainya juga santai.

4. Mahasiswa Mencari Cinta
Wuih, mirip judul film yah..? Tipe mahasiswa ini tidak terlalu memikirkan kuliah, tetapi yang dipikirkannya adalah CINTA, (love is o one) yang penting baginya ia mendapatkan pacar yang setia.(setiap tikungan ada) Biasanya mahasiswa ini pengen cepet-cepet tamat biar bisa cepet-cepet nikah.(maminya udah ngebet punya cucu kayaknya.)

5. Mahasiswa Jomblo
Tipe mahasiswa ini terkadang dianggap menyedihkan, karena katanya gak laku-laku,(kasian, obral ajah Gan) tapi terkadang mahasiswa jomblo bukan karena gak laku-laku tetapi karena ia memang nggak pengen pacaran demi meraih cita-citanya yang setinggi langit, (kalimat ini sebenarnya cuma buat pembelaan sedikit para mahasiswa jelek) Vivat Jomblo.

6. Mahasiswa Usil bukan Unsil
Tipe mahasiswa ini sangat senang apabila orang menderita,(asik buat ngusir ngantuk nich) contohnya sebelum dosen masuk kelas, ia akan mengganti kursi dosen dengan kursi yang rusak, biar dosennya patah tulang, (dosennya mank pantaz di'gituin ko', maju terus gan..!) atau sebelum dosen masuk ia menulis kertas dipintu kelas bahwa kelas hari ini dibatalkan.(pasti seru tuch libur kelas)

7. Mahasiswa Nggak jelas
Nah ini tipe mahasiswa yang nggak bisa di katagorikan, karena terkadang ia seperti pemimpin, (so berkuasa and so main perintah) terus terkadang ia hilang entah kemana, (diculik setan barang kali) eh tau-taunya malah ketemu di mal sama pacarnya, (sekali-sekali sikat rame2 ajah) terus kalo malam nongkrong-nongkrong, (di pangkalan ojek) kalo ujian belajarnya ngalahin ilmuan. (semalam suntuk)

8. Mahasiswa Anak Mami
Tipe mahasiswa ini selalu pulang tiap minggu, takut kalau-kalau maminya hilang. (tipe anak yang berbakti pada orang tua) ia kuliah demi menyenangkan hati maminya.(biar masuk surga ntar) Kebanyakan nih tipe nggak senang dengan kuliahnya,(yah, ga 'jadi masuk surga dech) karena jurusan perkuliahannya pilihan dari mami, (kenapa ngga maminya ajah yang kuliah..?) bukan dari kehendak hatinya. Kebanyakan mahasiswa tipe ini kuliahnya putus tengah jalan, tapi semoga tidak…("tidak akan lulus")

9. Mahasiswa mirip mahasiswi
Sudah jelas sekali ini mahasiswa memiliki dua kepribadian,(kayak bunglon donk) yang pertama wanita yang kedua pria. Orang-orang biasa menyebutnya banci…(bencong bahasa gaulnya)

10. Mahasiswa berorientasi Akhirat
Nah ini mahasiswa katagori terbaik menurut saya, karena apa yang dilakukannya sudah jelas tujuannya, hidupnya lebih terarah dan sikapnya selalu terjaga.(ada tapinya, tetep ajah mahasiswa bodoh) Biasanya suka membantu orang lain namun nggak berharap banyak dari orang lain tersebut. Biasanya tipe mahasiswa ini berakhir bahagia dan Sukses seperti dalam sinetron sinetron itu.

11. Mahasiswa Gadungan
Kalo tipe ini sebenarnya bukan mahasiswa, tetapi karena ingin kelihatan seperti mahasiswa maka ia sering nongkrong-nongkrong dikampus orang.(selama ngga ganggu ngga apa-apa kan) Biasanya ia punya tujuan tertentu, seperti mencari seorang wanita idaman atau mau masang bom di kampus orang… Hati-hati!!!(calon teroris selanjutnya)

12. Mahasiswa Monitor
Mahasiswa ini selalu berhadapan dengan komputer,(maen game, or buka situs 17+) sampai-sampai mukanya sudah berevolusi seperti layar monitor,(kotak) matanya sudah sebesar mouse dan rambutnya sudah tak terurus seperti kabel USB atau RJ-45.(cuma bisa koment,"hahaha") Biasanya ni mahasiswa hobi chating dan mendapatkan kebutuhannya dari internet.(ga'bosend yaaa chat mulu) Tapi ni mahasiswa bagus juga, karena ia nggak bakal ketinggalan zaman deh….(untuk mengurangi mahasiswa yang bikin susah oprator warnet karena nanya melulu..!). Atau bisa jadi dia seorang blogger kayak saya. hahahaha.......

13. Mahasiswa Abadi
gabungan dari ke 13 tipe mahasiswa diatas. 10 semester belum lulus2.(mank dasar goblok,lemot, bodoh, bego, tolol, ngga punya otak,aduh cepe...!)
wah, ternyata tipe tipe mahasiswa lebih banyak dari tipe tipe dosen. Ngak heran sih, soalnya kan jumlah mahasiswa lebih banyak dari dosen.

Oke, buat para mahasiswa, kamu termasuk tipe yang mana nih..?